Laki-Laki Usia 46 Tahun dengan Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), Sifilis Laten Lanjut, dan HIV
Abstract
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sifilis mempunyai sifat perjalanan penyakit yang kronik, dapat menyerang semua organ tubuh, menyerupai berbagai penyakit (great imitator disease), memiliki masa laten yang asimtomatik, dapat kambuh kembali, dan dapat ditularkan dari ibu ke janin yang menyebabkan sifilis kongenital. Diagnosis sifilis harus selalu didukung hasil laboratorium yang sesuai dengan tetap mengacu hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan serologi sering untuk diagnosis, skrining, dan memantau respons terapi. Sifilis dapat disembuhkan pada tahap awal infeksi, tetapi apabila tidak mendapat pengobatan adekuat dapat menjadi infeksi sistemik dan berlanjut ke fase laten. Laki-Laki Usia 46 Tahun dengan Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), Sifilis Laten Lanjut, dan HIV. Tatalaksana yang diberikan O2 5 lpm, Infus RL 20 tpm, Inj Ceftriaxone 2gr/24 jam, Solvinex 1 amp/8 jam, paracetamol 3x500mg, DST lini II, TLD 1x1 (pagi), Inj Benzatin B Penisilin 2,4 IU IM single dose (1x/seminggu sampai 3x pemberian), Inj Vit C 1gr/24jam, Itrakonazole tab 2x100mg, Nystatin drop 3xC1, CTM 3x2 tab. Sifilis merupakan infeksi menular seksual disebabkan oleh Treponema pallidum sub spesies pallidum. Manifestasi klinis tergantung stadium primer, sekunder, laten, atau tersier. Terapi sifilis berdasarkan pada stadium klinis.
