Seorang Laki-Laki Usia 75 Tahun dengan Emfisema Subkutis

Authors

  • Farah Nabila Ryani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Hitaputra Agung Wardhana RS Umum Pusat Surakarta
    Indonesia

Abstract

Emfisema subkutis adalah kondisi dimana terdapatnya udara bebas pada jaringan subkutis dinding dada yang menjalar ke jaringan lunak di wajah, leher, dada atas, dan bahu. Tanda dan gejala emfisema subkutis bervariasi tergantung dari penyebab dan lokasi terjadinya. Tanda paling khas emfisema subkutis yaitu oedem dan krepitasi. Berdasarkan tingkat keparahan, emfisema subkutis dibagi menjadi 5 kategori. Penatalaksanaan pada kasus emfisema subkutis derajat berat dapat dilakukan dengan insisi subkutan dan drainase hingga cervical mediastinotomy sebagai opsi terakhir. Sementara itu, pada kasus emfisema subkutis yang bersifat ringan terapi khusus umumnya tidak diperlukan. Terapi juga perlu dilakukan pada penyebab yang mendasari emfisema subkutis. Komplikasi emfisema subkutis adalah gangguan pernafasan dan henti jantung. Laporan kasus ini akan membahas tentang perjalanan dan terapi pasien pasca kecelakaan lalu lintas. Tn. SS usia 75 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak nafas dan bengkak pada hampir seluruh bagian tubuh. Selama perawatan didapatkan pneumothorax dan emfisema subkutis masif. Dilakukan penatalaksanaan dengan metode minimal invasif yaitu insisi multipel dan pemasangan WSD. Evaluasi fungsi paru dan komplikasi paska pembedahan dilakukan selama proses penyembuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-04