Seorang Wanita Berusia 70 Tahun dengan Sirosis Hepatitis Dekompensata et Causa Hepatitis B: Laporan Kasus
Abstract
Sirosis hepatis dekompensata merupakan tahap akhir dari kondisi patologis hati. Penyakit ini berkembang secara progresif, ditandai dengan perubahan struktur sel hati berupa fibrosis dan pembentukan nodul regeneratif. Prevalensi sirosis hepatis di dunia diperkirakan mencapai 0,3% dalam French Screening Programme, dengan penyebab utama di sebagian besar dunia ialah konsumsi alkohol dan infeksi virus hepatitis. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 20 juta orang menderita hepatitis, dengan prevalensi tertinggi pada hepatitis B. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, pada tahun 2022, terdapat 2.159 orang meninggal akibat sirosis dan kanker hati, yang merupakan komplikasi dari hepatitis kronis yang sering dialami oleh penderita hepatitis B pada stadium lanjut. Laporan ini menunjukkan pasien Wanita usia 70 tahun dengan kondisi lanjut dari sirosis hepatitis yaitu sirosis hepatitis dekompensata. Hasil dari pemeriksaan fisik abdomen didapati sklera ikterik (+/+), shifting dulness, dan edema tungkai (+/+). Berdasarkan dari pemeriksaan laboratorium, tampak adanya peningkatan fungsi hati, lalu dari pemeriksaan USG didaptkan kesan sirosis hepatis dan ascites. Penaganan diberikan untuk menekan progresifitas dari penyakit, menangani komplikasi dan mencegah kompikasi lainnya.
