Seorang Pria Berusia 55 Tahun dengan Hepatitis B: Laporan Kasus
Abstract
Hepatitis merupakan peradangan sel-sel hati, yang disebabkan karena adanya infeksi, konsumsi obat-obatan, lemak berlebih, alkohol, ataupun penyakit autoimun. Hepatitis B dapat disebabkan karena adanya virus hepatitis B (HBV) dalam tubuh. Gejala hepatitis B dapat berupa simptomatik ataupun asimptomatik yang biasa terjadi pada hepatitis B kronik. Gejala klinis hepatitis B akut biasanya menimbulkan mual, muntah, malaise, dan ikterik yang muncul setelah 1-2 minggu. Prevalensi hepatitis B lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis lainnya dan diperkirakan terdapat 257 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis B kronis, di Indonesia prevalensi hepatitis B adalah sebesar 21.8%. Diagnosis dari hepatitis B ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik pada pasien ini didapatkan ikterik pada kedua mata dan badan pasien serta hepatomegali, pada pemeriksaan penunjang didapatkan HBsAg yang positif dan pada pemeriksaan USG didapatkan hasil hepatomegali cenderung hepatitis. Pasien tersebut diberikan tatalaksana berupa tirah baring, diet tinggi energi tinggi protein, dan pemberian obat-obatan simptomatik pada pasien. Kesimpulan pada laporan ini adalah menegaskan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif pada pasien hepatitis B akut untuk mencegah perkembangan penyakit. Tatalaksana yang tepat, meliputi terapi suportif dan pola hidup sehat, dapat meningkatkan prognosis dan mendukung pemulihan optimal pada pasien.
