Kasus Stroke Infark pada Pasien Hipertensi: Faktor Risiko dan Tatalaksana

Authors

  • Halim Gumelar Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Edy Rahardjo RSUD Kabupaten Karanganyar
    Indonesia

Abstract

Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otot fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pada pasien stroke infark. Penelitian ini merupakan studi case report dengan menggunakan data primer. Seorang laki-laki berusia 64 tahun, mengeluhkan kelemahan tangan dan kaki sebelah kiri secara tiba-tiba. Diagnosis stroke infark ditegakkan berdasarkan riwayat pasien, hasil pemeriksaan fisik, dan bukti pendukung. Suntikan citicolin dua kali, suntikan omeprazole dua kali, suntikan mecobalamin dua kali, semuanya merupakan bagian dari terapi. Kasus ini di diagnosis dengan stroke infark berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, sehingga diagnosis yang cepat dan tepat, serta tindakan terapi yang sesuai dapat menurunkan angka mortalitas. Penting untuk membedakan gejala klinis stroke hemoragik dan iskemik. Bila tidak dapat dilakukan CT-scan maka dapat dilakukan CT angiography dan CT perfusion scanning, MRI, Carotid duplex scanning, Digital subtraction angiography. Setelah dapat ditegakkan diagnosis, perlu dilakukan terapi segera agar tidak terjadi iskemik lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-04