Seorang Laki-Laki 79 Tahun dengan Cardiorenal Syndrome, Bronkopneumonia, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut
Abstract
Jantung dan ginjal berinteraksi erat untuk menjaga stabilitas hemodinamik dan perfusi organ. Sindrom kardiorenal mencakup spektrum gangguan yang melibatkan jantung dan ginjal, di mana disfungsi akut atau kronis pada satu organ dapat menyebabkan disfungsi akut atau kronis pada organ lainnya. Pasien Tn. MW berusia 79 tahun datang ke RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan sesak di dada. Selain sesak, pasien juga mengeluhkan batuk dan bengkak pada kedua tungkai. Keluhan dialami setelah pasien tidak rutin kontrol dan tidak minum obat selama 2 bulan. Cardiorenal syndrom menggambarkan pasien disfungsi ginjal hingga gagal jantung kronik, kelompok pasien ini memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Hemodinamik, neurohormonal serta aktivasi simpatis sistem jantung dan ginjal yang berlebihan menyebabkan mekanisme dua arah yang mengurangi fungsi kedua sistem organ. Pemahaman menyeluruh tentang patofisiologi, manifestasi, dan hubungan antara sistem ginjal dan kardiovaskular penting untuk diagnosis dini. Ketepatan terapi akan menjadikan masa perawatan lebih efektif dan lama rawat inap lebih singkat. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli jantung dan ahli ginjal sangat penting. Prognosis kelima subtipe tidak seragam, sangat tergantung pada proses penyakit yang mendasarinya.
