Komplikasi Klinis Pasien DSS dan EDS Anak di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Periode April 2024-Mei 2024
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue dan ditularkan nyamuk Aedes aegypti, manifestasi DBD perdarahan dikulit petechie, purpura, echymosis, epistaksis, perdarahan gusi, melena, hepatomegali, trombositopeni. Dengue Syock Syndrome (DSS) adalah sindroma syok yang terjadi pada penderita Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) menyebar luas tiba tiba. Expanded Dengue Syndrome (EDS) salah satu manifaestasi klinis dari infeksi virus dengue yang melibatkan organ paru, hati, ginjal, jantung, maupun otak dengan atau tanpa ditemukannya tanda kebocoran plasma. Tujuan: Mengetahui komplikasi klinis pasien DSS dan EDS pada anak yang dirawat di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo pada bulan April 2024 – Mei 2024. Metode: Observasional pendekatan deskriptif retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo menggunakan data sekunder rekam medis. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan kriteria inklusi seluruh pasien anak dengan DSS dan EDS yang dirawat inap berdasarkan pendataan rekam medis pada bulan April 2024 – Mei 2024. Hasil: Terdapat 10 kasus yang memenuhi kriteria restriksi. Berdasarkan data demografi, pasien mengalami komplikasi klinis berupa encephalopati, massive bleeding, hipertensi, kematian, dan prolonged syok Kesimpulan: Kejadian DSS dan EDS pada anak di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo periode April 2024- Mei 2024, memiliki komplikasi klinis berupa encephalopati (20%), massive bleeding (6%), hipertensi (2%), kematian (2%), dan prolonged syok (2%).
