Seorang Perempuan Usia 64 Tahun dengan Keratokonjungtivitis: Laporan Kasus

Authors

  • Ocean Maxmillion Harist Nigel Xavier Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ida Nugrahani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Latar Belakang: Keratokonjungtivitis merupakan inflamasi pada konjungtiva dan kornea yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, alergi, atau gangguan sistemik. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.

Laporan Kasus: Seorang perempuan berusia 64 tahun datang dengan keluhan mata kanan terasa mengganjal, kemerahan, nyeri, gatal, penglihatan buram, serta sekret mukopurulen yang menetap meskipun telah menggunakan obat tetes mata. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan hiperemi konjungtiva, infiltrat kornea, serta sekret mukopurulen yang mengarah pada diagnosis keratokonjungtivitis. Pasien diberikan terapi antibiotik topikal, antiinflamasi, dan analgesik, serta dijadwalkan kontrol untuk evaluasi klinis lebih lanjut.

Kesimpulan: Keratokonjungtivitis dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang serius apabila tidak dideteksi dan ditangani secara tepat. Diagnosis yang akurat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan oftalmologi sangat penting dalam menentukan terapi yang sesuai. Dengan penatalaksanaan yang tepat, prognosis pasien umumnya baik tanpa gangguan penglihatan jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-04