Seorang Wanita Usia 22 Tahun dengan Penyakit Glaukoma Dextra

Authors

  • Syafii Nanda Nuraini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ida Nugrahani RSUD Kartini Karanganyar
    Indonesia

Abstract

Mata adalah salah satu indera yang penting, hampir 80% informasi diserap melalui sistem visual. Namun fungsi visual juga rentan terhadap berbagai gangguan/kelainan dari yang ringan sampai yang dapat berakibat kebutaan. Upaya mencegah dan menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan. Glaukoma adalah kelainan pada saraf mata yang ditandai dengan neuropati optik disertai hilangnya lapang pandang yang khas dengan peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor risiko utama. Saat ini glaukoma menduduki urutan kedua penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia dan dunia. Klasifikasi glaukoma dapat dilakukan berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarkan etiologinya glaukoma diklasifikasikan sebagai glaukoma primer, glaukoma sekunder dan glaukoma kongenital. Kebutaan akibat glaukoma pada tipe tertentu semestinya dapat dicegah karena kebutaan akibat glaukoma termasuk dalam kelompok kebutaan yang dapat dicegah. Masalah yang sering dihadapi adalah kurangnya kesadaran/kewaspadaan tentang glaukoma. Hal ini dapat dilatar belakangi kurangnya pengetahuan para petugas kesehatan tentang glaukoma terutama dalam hal mengenali dan menegakkan diagnosis.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-04