Studi Kasus: Tumor Nasofaring pada Pria 59 Tahun dengan Dugaan Kanker Nasofaring
Abstract
Karsinoma nasofaring (KNF) adalah kanker sel skuamosa yang berasal dari epitel permukaan nasofaring, dengan perkembangan yang umumnya terjadi di sekitar ostium tuba Eustachius pada dinding lateral nasofaring. Di Indonesia, KNF merupakan jenis kanker kepala leher yang paling sering, menyumbang 28% dari seluruh kanker THT-KL. Berdasarkan data GLOBOCAN 2012, insidens KNF di Indonesia tercatat 5,6 per 100.000 penduduk per tahun, dengan prevalensi tertinggi pada usia 40-50 tahun dan rasio pria dan wanita 2,3:1. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada tiga klasifikasi histologi kanker nasofaring yang perlu diperhatikan.Tujuan dar laporan kasus ini adalah untuk menilai karakteristik klinis pasien dengan karsinoma nasofaring. Laporan Kasus: Seorang pria berusia 59 tahun datang ke poli dengan keluhan dahak bercampur darah selama dua bulan, disertai sakit kepala, penurunan pendengaran pada telinga kanan, dan benjolan nyeri di leher. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan limfadenopati pada sisi kanan dan kiri serta hipertrofi konkha pada kedua sisi. Pemeriksaan endoskopi hidung menunjukkan adanya massa tumor pada fossa Rosenmüller bilateral. Untuk memastikan diagnosis, direncanakan pemeriksaan lanjutan berupa biopsi massa tumor nasofaring. Langkah ini penting untuk menentukan apakah massa tersebut merupakan karsinoma nasofaring, sehingga dapat diberikan tatalaksana yang tepat berdasarkan hasil diagnosis yang akurat.
