Seorang Anak Laki-Laki dengan Tonsilofaringitis Kronis Eksaserbasi Akut
Abstract
Tonsilofaringitis merupakan peradangan pada tonsil palatina dan faring yang termasuk dalam infeksi saluran napas atas dan sering terjadi pada anak. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, dengan Group A β-hemolytic Streptococcus (GABHS) sebagai penyebab bakteri tersering. Episode infeksi akut yang berulang atau tidak tertangani dengan adekuat dapat berkembang menjadi tonsilofaringitis kronis dan mengalami eksaserbasi akut. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki usia 8 tahun 6 bulan dengan keluhan utama nyeri tenggorokan sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai nyeri telan, demam tinggi terus-menerus, lemas, mual, muntah, nyeri perut, serta penurunan nafsu makan. Pasien memiliki riwayat nyeri telan berulang dan rasa mengganjal di tenggorokan selama ±3 bulan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tonsil palatina membesar T3/T3, hiperemis, disertai detritus dan pelebaran kripte, faring hiperemis, serta pembesaran kelenjar submandibular bilateral yang nyeri tekan. Skor modifikasi McIsaac didapatkan nilai 4. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukositosis dengan dominasi neutrofil, peningkatan C-reactive protein (CRP), serta peningkatan titer Anti-Streptolysin O (ASTO), yang mendukung adanya infeksi streptokokus. Berdasarkan temuan tersebut ditegakkan diagnosis tonsilofaringitis kronis eksaserbasi akut ec infeksi bakteri probable Group A Streptococcus. Pasien diterapi dengan cairan intravena, antipiretik, kortikosteroid, antibiotik, serta obat kumur antiseptik, dengan hasil perbaikan klinis yang signifikan.
