Seorang Laki-Laki dengan Trauma Okuli Perforans Sinistra Rupture Sclera dan Palpebra Inferior Full Thickness: Laporan Kasus

Authors

  • Nailun Nihayah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dessira Rizka Tri Ariany RSUD dr. Harjono Ponorogo
    Indonesia

Abstract

Trauma okuli merupakan salah satu penyebab utama morbiditas visual di seluruh dunia, terutama pada individu dengan risiko kerja tinggi. Trauma okuli perforans adalah cedera mata berat yang ditandai dengan dua luka tembus penuh pada dinding bola mata, baik kornea dan/atau sklera, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga infeksi intraokular bila tidak ditangani segera. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan diagnosis, penanganan, dan perkembangan pasca terapi pada pasien dengan trauma okuli perforans mata kiri. Seorang laki-laki berusia 74 tahun datang ke Poli Mata RSUD Dr. Harjono Ponorogo pada 14 April 2025 dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kiri setelah tertusuk kayu pada hari yang sama. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan tidak adanya persepsi cahaya pada mata kiri, dengan temuan ruptur palpebra, perdarahan subkonjungtiva, ruptur sklera dan kornea full thickness, defek epitel kornea, prolaps iris, bilik mata anterior dangkal, serta tidak adanya refleks pupil. Pasien didiagnosis dengan trauma okuli perforans mata kiri dan diberikan tatalaksana awal berupa irigasi mata serta antibiotik sistemik, kemudian direncanakan rawat inap. Pasien menjalani eviserasi bola mata kiri sebagai intervensi definitif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pasca operasi, kondisi pasien stabil tanpa tanda infeksi lanjutan. Trauma okuli perforans merupakan kegawatdaruratan oftalmologi yang memerlukan diagnosis dan penanganan cepat guna mencegah komplikasi serius dan memperbaiki prognosis.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-26