Kasus Langka Tuberkulosis Tiroid dengan Gambaran Awal Struma Nodusa
Abstract
Tuberkulosis kelenjar tiroid merupakan manifestasi tuberkulosis ekstraparu yang sangat jarang dan sering kali sulit didiagnosis karena gejala klinisnya tidak spesifik serta menyerupai kelainan tiroid jinak, seperti struma nodusa non toksik. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 65 tahun yang datang dengan keluhan benjolan di leher bagian kanan sejak tiga minggu sebelum masuk rumah sakit, yang perlahan membesar dan bergerak saat menelan tanpa disertai nyeri maupun gejala sistemik tuberkulosis. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan nodul solid tiroid dextra dengan klasifikasi ACR-TIRADS 3, sedangkan pemeriksaan fungsi tiroid berada dalam batas normal. Diagnosis awal pasien adalah struma nodular non toksik dextra et sinistra, sehingga dilakukan tindakan subtotal tiroidektomi. Pemeriksaan histopatologi pascaoperasi menunjukkan adanya granuloma epiteloid dengan sel raksasa Langhans yang konsisten dengan tiroiditis tuberkulosa, tanpa tanda keganasan. Pasien kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi obat antituberkulosis. Kasus ini menegaskan bahwa tuberkulosis tiroid dapat menyerupai struma nodular jinak, sehingga diagnosis sering kali baru ditegakkan setelah tindakan pembedahan. Oleh karena itu, tuberkulosis perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada pasien dengan nodul tiroid, terutama di daerah endemik tuberkulosis, guna menghindari keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan yang tidak optimal.
