Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Pasien Geriatri dengan Tb Aktif, Diabetes Melitus, dan Hipertensi
Abstract
Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus sering kali bersifat kronis dan membutuhkan pengelolaan jangka panjang, terlebih bila disertai penyakit menular seperti tuberkulosis paru. Pendekatan kedokteran keluarga berfokus pada pasien sebagai individu dalam konteks keluarganya dan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis multipel. Tujuan: Melakukan pendekatan kedokteran keluarga secara holistik terhadap pasien Ny. T (71 tahun) yang menderita tuberkulosis paru, diabetes melitus tipe 2, dan hipertensi, guna meningkatkan pengetahuan, kepatuhan berobat, dan kualitas hidup pasien. Metode: Studi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kunjungan keluarga dan edukasi kesehatan. Intervensi dilakukan selama tiga kali kunjungan dalam rentang waktu satu minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, penilaian APGAR dan SCREEM keluarga, serta pemantauan status gizi dan status penyakit. Intervensi meliputi edukasi penyakit, pemantauan kepatuhan pengobatan, dukungan psikososial, promosi aktivitas fisik, dan manajemen stres. Hasil: Pasien menunjukkan peningkatan pengetahuan terhadap kondisi kesehatannya, serta adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Terdapat peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan perbaikan kualitas hidup secara subjektif. Keluarga juga menunjukkan dukungan yang tinggi, dengan nilai APGAR keluarga 10 (sangat fungsional) dan hasil SCREEM yang memperlihatkan kekuatan dalam aspek sosial, budaya, agama, dan medis. Kesimpulan: Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan berkesinambungan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, perilaku sehat, dan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis dan infeksius. Intervensi ini juga memperkuat peran keluarga dalam manajemen kesehatan anggota keluarganya.
