Hubungan Durasi Screen Time dan Pola Makan Tidak Sehat Terhadap Risiko Obesitas Sebagai Faktor Predisposisi Diabetes Melitus pada Anak
Abstract
Prevalensi berat badan berlebih pada anak‐anak terus mengalami kenaikan secara internasional dan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya diabetes melitus tipe 2 (DMT2) sejak usia dini. Dua faktor yang sering dikaitkan dengan meningkatnya obesitas di kalangan anak‐anak adalah lamanya waktu yang dihabiskan di depan layar dan pola makan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara lamanya paparan layar dan pola makan yang buruk terhadap potensi terjadinya obesitas sebagai predisposisi DMT2 di kalangan anak. Metodologi yang diterapkan adalah analisis literatur secara sistematis terhadap 15 publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Kriteria yang diteliti mencakup studi yang melibatkan anak‐anak atau remaja serta yang mengukur lamanya paparan layar, pola makan, dan status gizi atau risiko metabolik. Hasil analisis menunjukkan bahwa 12 dari 15 studi ditemukan korelasi signifikan antara screen time lebih dari dua jam per hari dan/atau pola makan tinggi kalori serta peningkatan terjadinya obesitas. Beberapa penelitian juga menghubungkan obesitas pada anak‐anak dengan peningkatan risiko resistensi insulin dan gangguan metabolik yang memiliki keterkaitan pada DMT2. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu layar yang berlebih dan pola makan yang buruk merupakan faktor risiko utama terhadap obesitas dan komplikasi metabolik di kalangan anak‐anak. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk mengatur kebiasaan penggunaan layar dan pilihan makanan, guna mengurangi risiko diabetes melitus sejak usia dini.
