Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Pertanian Padi Sawah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012-2022
Abstract
Penggunaan lahan akan terus ada baik itu pengalih fungsian lahan maupun penggunaan lahan buka baru, termasuk pada Kecamatan Sukoharjo. Seiring berjalannya waktu pergeseran penggunaan lahan pun semakin terasa, wilayah yang sebelumnya merupakan daerah persawahan menjadi permukiman, dan pusat perkotaan semakin melebar. Hal ini berdampak bagi penduduk dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa jauh perkembangan atau perubahan penggunaan lahan Kecamatan Sukoharjo dengan perbandingan 10 tahun yaitu tahun 2012 dengan 2022 serta pengaruhnya terhadap produksi padi sawah Kecamatan Sukoharjo yang mana menjadi lahan utama pada kecamatan ini. Analisis yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif komparatif. Metode yang digunakan untuk mengolah data adalah analisis data spasial overlay atau tumpang tindih, perhitungan produktivitas padi sawah di Kecamatan Sukoharjo, dan wawancara kepada beberapa penduduk Kecamatan Sukoharjo sebagai pendukung hasil penelitian. Hasil penelitian yang didapat adalah adanya perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sukoharjo dari Sawah menjadi Pemukiman dengan luas 559,486 Ha dengan daerah kelurahan terdampak terbesar adalah Kelurahan Bulakrejo karena kelurahan ini dilewati oleh jalan utama sehingga terjadi peralihan lahan baik untuk pemukiman maupun daerah perekonomian. Kemudian dampak yang ditimbulkan dari perubahan penggunaan lahan tahun 2012 dan 2022 adalah walaupun lahan sawah semakin berkurang yang mana membuat luasan panen menjadi semakin mengecil, namun produktivitas padi perlahan naik yang awalnya 68,08 Kw/Ha menjadi 71,84 Kw/Ha dikarenakan adanya kerjasama antara pemerintah dan petani untuk beradaptasi dan menggunakan program IP 400 yaitu proses penanaman padi dan panen hingga 4 kali dalam setahun tanpa menindak paksa tanah yang dimulai pada tahun 2021.
