Analisis Tingkat Kerawanan Longsor Lahan di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Menggunakan Sistem Informasi Geografis Tahun 2023

Authors

  • Assyifa Ikhwaniar Fauziah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Kecamatan Selo di Kabupaten Boyolali dikenal sebagai wilayah yang rawan terhadap bencana tanah longsor, dengan 15 kejadian yang mana oleh karena itu teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dimanfaatkan pada penelitian ini dan didasarkan pada data dari BPBD tahun 2023 untuk menilai tingkat kerentanan longsor berdasarkan lima parameter utama, meliputi jenis tanah, kemiringan lereng, curah hujan, kondisi geologi, serta penggunaan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerentanan longsor di Kecamatan Selo, memverifikasi hasil pemetaan kerentanan dengan kejadian longsor faktual, serta mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kerentanan tersebut. Metode survei yang memanfaatkan pendekatan analisis satuan lahan digunakan pada penelitian ini, serta menerapkan teknik overlay bertingkat, evaluasi terhadap peta kerentanan, observasi lapangan, dan analisis menggunakan tabel frekuensi. Penelitian ini didapatkan hasil yaitu mayoritas wilayah di Kecamatan Selo termasuk dalam kategori kerentanan tinggi terhadap longsor. Wilayah tersebut mencakup lima satuan lahan, yaitu AC‐V1‐I‐PK, AC‐V1‐V‐ST, AC V2‐II‐TL, PM‐V1‐III‐PK, serta PM‐V2‐IV‐PR, yang memiliki total luas sekitar 38.577.800 meter persegi atau setara dengan 64,31% dari keseluruhan luas kecamatan. Faktor dominan yang menyebabkan tingginya tingkat kerentanan ini adalah jenis tanah dan curah hujan, khususnya tanah jenis Andosol yang memiliki stabilitas rendah di daerah dengan kemiringan lereng yang curam. Hasil validasi menunjukkan tingkat kecocokan sebesar 35,70% antara klasifikasi kerentanan dan kejadian longsor yang sebenarnya, dengan faktor pemicu utama berupa kemiringan lereng sebesar 19,97% serta jenis tanah sebesar 24,58%.

Downloads

Published

2025-10-30