Hubungan Antara Harga Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Korban Toxic Relationship
Abstract
Hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis seperti stres, trauma, dan rendahnya resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada mahasiswa yang pernah mengalami toxic relationship. Populasinya adalah mahasiswa/i beberapa jurusan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah mengalami hubungan toxic. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 174 mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan rentang usia 18–25 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Harga Diri, Skala Dukungan Sosial, dan Skala Resiliensi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara harga diri dan dukungan sosial dengan resiliensi korban toxic relationship pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (R = 0,864; F =541,904; p = 0,000; p < 0,01). Secara parsial, harga diri memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan resiliensi (r = 0,870; p = 0,000; p < 0,01), begitu pula dengan dukungan sosial (r = 0,837; p = 0,000; p < 0,01). Harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 48,5%, dan dukungan sosial sebesar 37,8% terhadap resiliensi, dengan total kontribusi sebesar 86,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa subjek memiliki harga diri, dukungan sosial dan resiliensi sedang.
