Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Usia 19-44 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjati Kabupaten Ngawi
Abstract
Hipertensi adalah penyakit tidak menular merupakan kesehatan serius, dimana hal ini berisiko menimbulkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penurunan fungsi ginjal. Kasus hipertensi terus meningkat setiap tahun, termasuk di daerah yang menjadi tanggung jawab Puskesmas Karangjati, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya hipertensi di kalangan anggota masyarakat berusia 19-44 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 280 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, pengukuran tekanan darah dengan tensiometer, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian hipertensi secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan usia (p=0,001), pendidikan (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,001), obesitas (p=0,035), dan pekerjaan (p=0,001). Sebaliknya, hipertensi tidak berhubungan secara signifikan dengan jenis kelamin (p=0,984), asupan makanan tinggi garam (p=0,783), dan kebiasaan merokok (p=1,00). Simpulan: Kesimpulannya, hipertensi pada usia produktif dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang bisa dikendalikan, terutama melalui pola hidup sehat, meningkatkan aktivitas fisik, memperhatikan faktor pekerjaan yang memicu stres. Hasil ini diharapkan mampu mendukung perumusan kebijakan promotif dan preventif dalam penanganan hipertensi di fasilitas kesehatan primer.
