Hubungan Asupan Serat dan Seng Dengan Kadar Glukosa Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Kampung Nayu Barat, Nusukan, Surakarta

Authors

  • Sausan Salma Azzahra Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dwi Sarbini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dyah Intan Puspitasari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Siti Zulaekah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Masalah kesehatan yang seringkali dialami oleh lansia yaitu peningkatan kadar glukosa darah. Asupan zat gizi seperti serat dan seng menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kadar glukosa darah lansia. Serat mampu mencegah masuknya glukosa secara berlebihan ke dalam pembuluh darah, begitu pula seng yang mendukung sintesis insulin untuk mengatur kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan serat dan seng dengan kadar glukosa darah pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Nayu Barat, Nusukan, Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross‐sectional dengan sampel sebanyak 60 lansia dengan kriteria inklusi yaitu berusia 55‐74 tahun, dapat diajak komunikasi, bersedia menjadi responden, dan tidak mengonsumsi obat pengendali glukosa darah. Data asupan serat dan seng dikumpulkan menggunakan kuesioner SQ‐FFQ satu bulan. Kadar glukosa darah sewaktu diperiksa melalui sampel darah vena dengan metode GOD‐PAP spektrofotometri. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia (85%) memiliki kadar glukosa darah sewaktu dengan kategori normal (<100 mg/dL), sebagian besar lansia (60%) memiliki asupan serat yang kurang (<80% AKG), dan sebagian besar lansia (73,3%) memiliki asupan seng yang cukup (≥70% AKG). Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah (p=0,887), dan tidak terdapat hubungan antara asupan seng dengan kadar glukosa darah (p=0,673). Saran dari penelitian ini yaitu sebaiknya menggunakan kadar glukosa darah puasa sebagai indikator pemeriksaan glukosa darah untuk dapat menggambarkan nilai glukosa darah yang lebih stabil berdasarkan asupan makanan yang diperoleh melalui metode SQ‐FFQ satu bulan terakhir.

Downloads

Published

2025-10-30