Hubungan Antara Fanatisme dan Kontrol Diri terhadap Cyberbullying Penggemar K‐Pop
Abstract
Penelitian ini ditujukan guna memahami hubungan antara fanatisme dengan kontrol diri terhadap cyberbullying pada penggemar K‐pop. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan pada penelitian ini yakni 90 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yang mana kriteria usia 18–24 tahun dan termasuk pengguna aktif media sosial. Instrumen penelitian meliputi skala fanatisme, kontrol diri, dan cyberbullying. Analisis data diselenggarakan memakai regresi linier berganda. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat korelasi signifikan antara fanatisme dan kontrol diri dengan cyberbullying (R = 0,745; p < 0,05). Secara parsial, fanatisme berhubungan positif signifikan dengan perilaku cyberbullying (r = 0,666; p < 0,05), sementara kontrol diri mempunyai korelasi negatif signifikan dengan cyberbullying (r = ‐0,474; p < 0,05). Sumbangan efektif kedua variabel bebas terhadap cyberbullying sebesar 55,4%, dengan kontribusi fanatisme sebesar 39,2% dan kontrol diri sebesar 16,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat fanatisme yang tinggi serta kontrol diri yang rendah dapat berkontribusi dalam meningkatnya cyberbullying.
