Kemampuan Berpikir Kritis Siswa terhadap Permasalahan Matematika Ditinjau dari Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

Authors

  • Oken Wening Katon Sumunar Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Isnaeni Umi Machromah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Penelitian ini mengkarakterisasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pemahaman siswa terhadap masalah, membangun model matematika, dan pengembangan teknik pemecahan masalah dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Angket Eysenck Personality Questionnaire (EPQ) digunakan untuk memilih empat siswa kelas VIII.5 dari SMP Negeri 3 Surakarta dalam metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara retrospektif dan tes berpikir kritis materi SPLDV. Tahapan reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan digunakan untuk melakukan analisis hasil. Menurut hasil penelitian, siswa ekstrovert cenderung lebih cepat mengambil inisiatif, terlibat penuh dalam diskusi, dan berani mengambil resiko. Namun, mereka sering mengabaikan tahap penilaian dan gagal meninjau ulang jawaban mereka secara mandiri. Di sisi lain, siswa introvert berpikir dengan cermat, metodis, dan penuh pertimbangan. Mereka mengambil pendekatan metodis dan menyeluruh dalam pemecahan masalah, tetapi mereka juga cenderung mengambil keputusan secara lambat dan kurang berinteraksi sosial. Hasil ini menyiratkan bahwa keunggulan indikator berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika dipengaruhi oleh kepribadian. Menurut penelitian ini, untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis secara optimal, metodologi pembelajaran harus disesuaikan dengan kecenderungan kepribadian siswa.

Downloads

Published

2025-10-30