Hubungan Emotional Eating dengan Konsumsi Makanan Manis pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta
Abstract
Jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai 9,32 juta orang, yang rentan mengalami emotional eating akibat tekanan emosional dari beban akademik. Sebanyak 47% masyarakat menunjukkan kecenderungan perilaku tersebut, sementara 87,9% mengonsumsi makanan manis. Pemicu utamanya yaitu dari kebiasaan mengatasi emosi melalui makanan manis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara emotional eating dengan konsumsi makanan manis pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross‐sectional. Populasi adalah mahasiswa yang berjumlah 8.146 mahasiswa dengan jumlah subjek sebanyak 105 mahasiswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa Emotional Eating Questionnaire (EEQ) hasil adobsi dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Berdasarkan analisis menggunakan chi‐square diperoleh hasil terdapat hubungan antara emotional eating (p=0,000) dengan konsumsi makanan manis (p=0,000) pada subjek mahasiswa, dengan kemungkinan 10,8 kali lebih tinggi pada mahasiswa dengan tingkat emotional eating tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara emotional eating dengan konsumsi makanan manis pada mahasiswa. Mahasiswa perlu memahami risiko emotional eating, dan pengendalian konsumsi makanan manis berlebih.
