Pengaruh Self Efficacy dan Beban Kerja terhadap Burnout pada Tenaga Medis RS Hidayah Boyolali
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self efficacy dan beban kerja terhadap burnout pada tenaga medis di Rumah Sakit Hidayah Boyolali. Fenomena burnout pada tenaga medis menjadi perhatian penting karena dapat berdampak pada kesehatan mental, produktivitas kerja, serta kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah studi populasi, di mana seluruh tenaga medis yang berjumlah 110 orang dijadikan subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi skala self efficacy, skala beban kerja, dan skala burnout yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa self efficacy dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap burnout (p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,524. Secara parsial, self efficacy berpengaruh negatif terhadap burnout (r = ‐0,539), sedangkan beban kerja berpengaruh positif terhadap burnout (r = 0,651). Analisis sumbangan efektif menunjukkan bahwa beban kerja memberikan kontribusi lebih besar (33,97%) dibandingkan self efficacy (18,49%) terhadap burnout. Aspek generality pada self efficacy dan aspek kuantitatif pada beban kerja menjadi komponen dominan yang mempengaruhi burnout. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan self efficacy, khususnya pada aspek generality, serta pengelolaan beban kerja secara proporsional untuk menurunkan risiko burnout. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia dan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan.
