Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kedawung Sragen
Abstract
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Kedawung. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang pada paru- paru. Tingginya angka kasus TB berkaitan erat dengan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, dan pentingnya pengobatan. Pengetahuan yang baik dapat mendorong perilaku pencegahan seperti penggunaan masker, ventilasi rumah yang memadai, dan kepatuhan berobat. Berdasarkan data Puskesmas Kedawung I dan II, terdapat 52 kasus terduga TB pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan TB di wilayah Kedawung. Untuk mengetahui Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit TB di Wilayah Kedawung Sragen. Metode jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sempel sebanyak 120 responden dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Angket. Analisis data menggunakan Uji Chi Squeare. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah sebanyak 59,2%, tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 40,8% dan perilaku baik sebanyak 61,7%, perilau kurang baik sebanyak 38,3%. Hasil Chi-square ,menunjukkan terdapat hubungan antara Pengetahuan dengan perilaku pada Pederita TB di wilayah Kedawung Sragen didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05. Tingkat pengetahuan pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuam yang rendah dan mempunyai perilaku yang baik.
