Uji Aktivitas Suplementasi Ceftriaxone dan Rutin terhadap Pengembalian Sensitivitas Acinetobacter Baumannii yang Resisten terhadap Antibiotik Golongan Beta Lactam Ceftriaxone

Authors

  • Nasha Lulut Chandrika Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Febrimarsa Febrimarsa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Acinetobacter baumannii merupakan bakteri patogen oportunistik yang sering menyebabkan infeksi nosokomial dan dikenal memiliki tingkat resistensi tinggi terhadap berbagai antibiotik, termasuk ceftriaxone. Resistensi ini menjadi tantangan besar dalam pengobatan infeksi akibat bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah senyawa flavonoid rutin dapat meningkatkan sensitivitas A. baumannii terhadap ceftriaxone. Metode yang digunakan adalah uji kombinasi checkerboard untuk menentukan interaksi antara ceftriaxone dan rutin melalui nilai FIC Index (Fractional Inhibitory Concentration Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ceftriaxone dan rutin mampu menurunkan nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) masing‐masing senyawa dibandingkan penggunaannya secara tunggal. Nilai FIC Index yang diperoleh adalah 0,75 yang menunjukkan adanya efek aditif. Dengan demikian, suplementasi rutin berpotensi meningkatkan efektivitas ceftriaxone dalam melawan A. baumannii, meskipun belum cukup kuat untuk menghasilkan efek sinergis. Hasil ini membuka peluang pengembangan terapi kombinasi dengan dosis dan formulasi yang lebih optimal.

Downloads

Published

2025-10-30