Hubungan Konseling Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Jalan RS UNS Surakarta

Authors

  • Hasna Fadhilah Dzakiyyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Lilla Prapdhani Agni Hajma Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Ketidakpatuhan minum obat menjadi kendala utama dalam pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi pemberian konseling oleh apoteker dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Rumah Sakit UNS Surakarta. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan instrumen kuesioner Health Belief Model (HBM) yang mencakup domain kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, efikasi diri, dan isyarat bertindak sebagai variabel penilai kepatuhan. Responden dalam penelitian ini adalah 333 pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di Poli Penyakit Dalam RS UNS Surakarta, dengan kriteria diagnosis hipertensi primer atau sekunder selama periode Januari hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara frekuensi pemberian konseling dengan kepatuhan secara subjektif, yang diukur melalui skor total kuesioner Health Belief Model (HBM), dengan nilai p-value = 0,00. Selain itu, terdapat pula hubungan positif antara frekuensi pemberian konseling dan kepatuhan secara klinis, yang ditunjukkan melalui hasil tekanan darah pasien, dengan nilai p-value = 0,00.

Downloads

Published

2025-10-30