Evaluasi IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) Komunal Pada Beberapa Sentra Batik Di Kampung Batik Laweyan

Authors

  • Sinta Anggun Ariani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Alfira Kusuma Wardhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Putri adelia Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Anisa Ur Rahmah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Kampung Batik Laweyan di Kota Surakarta merupakan salah satu sentra industri batik yang masih aktif menggunakan metode produksi tradisional maupun modern, seperti batik tulis dan batik cap. Aktivitas produksi ini menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa kimia berbahaya, seperti pewarna sintetis dan sisa lilin, yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Penelitian ini mengkaji sistem pengelolaan limbah di tiga industri batik, yaitu UMKM Batik A, UMKM Batik B, dan UMKM Batik C, serta menilai kinerja IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Komunal Laweyan dalam menanggulangi limbah cair batik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai COD, TSS, dan pH dari limbah cair ketiga industri masih melebihi ambang batas baku mutu limbah cair. Ketersediaan IPAL Komunal yang dibangun sejak 2008 menunjukkan potensi besar dalam mengolah limbah secara kolektif, namun sistem tersebut saat ini tidak beroperasi secara optimal akibat kerusakan infrastruktur dan minimnya pemeliharaan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem IPAL, peningkatan kapasitas pengolahan, serta edukasi dan insentif bagi pelaku industri agar lebih aktif dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan.

Downloads

Published

2025-10-30