Rancang Bangun Sistem Manajemen Inventaris Data Obat Berbasis Website Dengan Framework Laravel
Abstract
Manajemen inventaris obat pada klinik yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kekurangan atau kelebihan stok obat, kurangnya pencatatan data pemasok, serta risiko penggunaan obat kadaluarsa. Selain itu, pencatatan transaksi obat yang masih dilakukan secara manual berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan data sehingga mengganggu efisiensi operasional. Untuk menangani masalah tersebut, maka penelitian ini membangun sebuah sistem inventaris persediaan obat berbasis website dengan framework Laravel dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL untuk mempercepat proses pengembangan dan meningkatkan keefektifan sistem. Studi kasus dilakukan di Klinik Mitra Sehat Sukoharjo, yang sebelumnya menggunakan sistem inventaris berbasis aplikasi desktop, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam fitur, seperti belum adanya pencatatan pemasok obat secara terintegrasi dan notifikasi kedaluwarsa obat, serta kurang fleksibel karena tidak berbasis website. Perancangan sistem ini dikembangkan dengan metodologi pengembangan perangkat lunak waterfall. Fitur utama sistem ini adalah pencatatan transaksi obat dan laporan obat, manajemen kategori, satuan, serta data obat, pencatatan data pemasok obat, notifikasi jika obat mendekati masa kadaluarsa yang digunakan oleh admin dan apoteker. Hasil akhir dari sistem ini menunjukkan bahwa perancangan dan pembangunan sistem inventaris obat berbasis website dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan data obat di Klinik Mitra Sehat. Sistem ini menyediakan fitur lengkap seperti pencatatan transaksi, deteksi obat kedaluwarsa, manajemen pemasok, dan laporan yang terstruktur. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel karena kemudahan pengelolaan database, efisiensi pengembangan, serta dokumentasi yang lengkap. Berdasarkan hasil pengujian blackbox, sistem telah berjalan dengan baik dan memperoleh skor 72,75 dari pengujian SUS, yang termasuk dalam kategori Good sehingga sistem dinilai layak digunakan.
