Pengembangan Alat Pengiris Singkong Berpenggerak Motor DC dengan Penyimpanan Energi Baterai
Abstract
Proses pengirisan singkong secara manual yang masih banyak digunakan sering kali memakan waktu, kurang aman, dan bergantung pada tenaga manusia. Alat pengiris singkong yang ada saat ini kebanyakan menggunakan tenaga manusia untuk memasukkan singkong dan menggerakkan pisau potongnya, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kerja apabila tidak hati‐hati dalam pengoperasianya. Hal lain yang mempengaruhi yaitu ketika terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan alat berhenti beroperasi sehingga menghambat proses pengirisan singkong. Oleh sebab itu, akan dikembangkan alat pengiris singkong yang lebih aman dan praktis untuk meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan motor DC sebagai penggerak utama, yang energinya disuplai oleh baterai. Dengan sistem semi otomatis, singkong akan didorong oleh actuator linier menuju pisau pemotong yang digerakkan motor DC. Baterai berfungsi sebagai sumber energi yang dapat menyediakan daya sementara saat terjadi mati listrik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, alat pemotong singkong berbasis motor DC dan baterai mampu beroperasi selama 45 menit tanpa beban dan 30 menit dengan beban, dengan konsumsi energi yang meningkat seiring waktu akibat penurunan tegangan dan daya karena pelemahan kapasitas baterai. Sensor PZEM‐017 menunjukkan akurasi pengukuran yang baik, dengan selisih tegangan 0.36–0.76 Volt (error maksimal 4.264%), selisih arus tertinggi 0.13 Ampere (error 2.995%), dan selisih daya mencapai 2.41 Watt (error maksimal 6.624%). Penurunan RPM dan kecepatan potong menjadi indikasi turunnya efisiensi mekanik akibat berkurangnya suplai energi. Selama tegangan dan arus masih dalam batas optimal, alat mampu memotong singkong dengan baik dan hasil yang stabil.
