Alat Pemipil Jagung Portabel dengan Sistem Energi Hybrid untuk Mempermudah Pengolahan Pascapanen
Abstract
Kabupaten Grobogan merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional dengan tren produksi yang terus meningkat. Pada tahun 2011 tercatat produksi sebesar 502.214 ton dan meningkat menjadi 700.941 ton pada tahun 2015. Data Badan Pangan Nasional tahun 2019 mencatat bahwa Grobogan menyumbang 29,3% produksi jagung di Jawa Tengah dan 2,8% dari total produksi nasional, sehingga memiliki peran strategis dalam sektor pertanian jagung di Indonesia. Dalam proses budidaya jagung, pengolahan pasca panen menjadi faktor yang cukup krusial untuk memastikan hasil yang optimal. Proses seperti pemetikan, pengeringan, pemipilan, dan penjualan masih banyak dilakukan secara konvensional, yang memerlukan waktu lama dan tenaga lebih besar. Meskipun telah tersedia alat pemipil jagung, baik manual, listrik, maupun berbahan bakar minyak, namun penggunaannya masih menghadapi kendala seperti harga yang mahal, konsumsi daya tinggi, dampak lingkungan, dan biaya operasional yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pemipil jagung portabel dengan sistem energi hybrid (AC DC), yang memungkinkan alat untuk dioperasikan menggunakan dua sumber daya, yaitu listrik dari power supply (AC) dan baterai (DC). Dengan sistem ini, alat dapat digunakan secara fleksibel baik di rumah pengolahan dengan listrik maupun langsung di lahan tanpa sumber listrik, karena dapat menggunakan baterai (DC). Sistem ini juga dirancang agar baterai dapat tetap terisi saat alat digunakan pada mode AC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan berpengaruh terhadap produktivitas pemipilan jagung, dimana semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula hasil pemipilan yang diperoleh. Alat ini memiliki tiga mode kecepatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa alat ini mampu mempermudah proses pemipilan, mengurangi konsumsi energi, lebih ramah lingkungan, dan menekan biaya operasional, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pengolahan pasca panen di berbagai kondisi lapangan.
