Analisis Faktor Jenis Kelamin dan Tempat Tinggal terhadap Status Gizi Mahasiswa Non-Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta
Abstract
Permasalahan gizi di kalangan dewasa awal, termasuk mahasiswa, menjadi isu penting karena berkaitan dengan fase pembentukan gaya hidup dan pola makan. Mahasiswa rentan mengalami ketidakseimbangan gizi akibat faktor faktor seperti gaya hidup sedentari, stres akademik, konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya kesadaran gizi. Jenis kelamin berperan dalam membentuk status gizi melalui pengaruh hormonal, metabolisme, dan kebiasaan makan yang berbeda. Selain itu, tempat tinggal mahasiswa turut menentukan pola konsumsi harian mereka; mahasiswa yang tinggal di rumah cenderung memiliki pola makan lebih teratur dibandingkan yang tinggal di kost. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan tempat tinggal dengan status gizi mahasiswa non-kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian cross sectional dengan 95 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner. Data pengukuran antropometri dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner serta mengukur tinggi dan berat badan. Selanjutnya, status gizi akan ditentukan melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Status gizi normal teridentifikasi pada 57,9% responden. Sebagian besar mahasiswa yang terlibat adalah perempuan, mencapai 79%, dan mayoritas dari mereka tinggal di kos, yaitu sebanyak 64,2%. Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,016) dan tempat tinggal (p=0,009) dengan status gizi. Mahasiswa melakukan aktivitas fisik ringan, seperti jogging atau membersihkan kost, selama 30 menit. Selain itu, penerapan pola makan sehat, yang mencakup kebiasaan sarapan secara teratur, konsumsi serat yang cukup, banyak minum air putih, serta meningkatkan asupan sayur dan buah, juga sangat dianjurkan.
