Perbedaan Asupan Energi dan Protein Antara Balita Stunting dan Non Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo
Abstract
Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2023 sebesar 21,5%. Tingkat asupan energi dan protein berpengaruh terhadap sintesis hormon Insulin Growth Factor 1 untuk mencegah kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan energi dan asupan protein antara balita stunting dan non stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 98 responden yang dibagi menjadi kelompok stunting dan kelompok non stunting masing-masing 49 responden dengan usia 24-59 bulan. Pemilihan responden menggunakan teknik simple random sampling. Data asupan energi dan protein didapatkan dengan memakai formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) kemudian diolah menggunakan Nutrisurvey 2007. Data kejadian stunting diperoleh dengan pengukuran langsung menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan uji Independent T test untuk variabel asupan energi dan uji Mann Whitney untuk variabel asupan protein. Rata-rata asupan energi pada balita stunting yaitu sebesar 1092,22 kkal dan rata-rata asupan energi pada balita non stunting yaitu sebesar 1149,72 kkal. Rata-rata asupan protein pada kelompok stunting yaitu sebesar 37,43 gram dan rata-rata asupan protein pada kelompok non stunting yaitu sebesar 43,18 gram. Hasil uji beda dengan Independent T test pada asupan energi antara balita stunting dan non stunting menunjukkan p value = 0,120. Hasil uji beda dengan Mann Whitney pada asupan protein balita stunting dan non stunting menunjukkan p-value = 0,000. Tidak ada perbedaan asupan energi antara balita stunting dan non stunting serta ada perbedaan asupan protein antara balita stunting dan non stunting.
