Asupan Zink dan Zat Besi Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo
Abstract
Pertumbuhan dan perkembangan pada balita membutuhkan asupan zat gizi yang seimbang. Hal ini mengakibatkan balita merupakan kelompok usia yang rawan terhadap masalah gizi. Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Asupan zink dan zat besi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desian cross – sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden dengan 49 responden stunting dan 49 tidak stunting berusia 24-59 bulan yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data asupan zink dan zat besi didapatkan dengan memakai formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) kemudian diolah menggunakan Nutrisurvey 2007 berikutnya hasil asupan zink dan zat besi dibandingkan dengan AKG 2019. Data kejadian stunting diperoleh dengan pengukuran langsung menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan chi square. Berdasarkan uji hubungan dengan chi-square antara asupan zink dengan stunting menunjukkan p-value = 0,007 dan OR = 0,283 . Hubungan antara asupan zat besi dengan stunting menunjukkan p-value = 0,003 dan OR = 0,242. Terdapat hubungan antara asupan zink dan zat besi dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo. Saran : Bagi Pukesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo dapat memberikan edukasi tentang kebutuhan asupan zink dan zat besi harian.
