Terapi Musik sebagai Strategi Mengurangi Kecemasan pada Pasien dengan Terapi Elektrokonvulsif

Authors

  • Nisrin Nisrin Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Arum Pratiwi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Gangguan kesehatan mental, seperti skizofrenia, terus meningkat setiap tahun, dan salah satu terapi yang sering digunakan adalah Electroconvulsive Therapy (ECT). Meskipun efektif, ECT dapat menyebabkan kecemasan pada pasien yang berdampak pada kenyamanan dan hasil terapi. Intervensi farmakologis yang ada sering kali menimbulkan efek samping, sehingga terapi non-farmakologis seperti terapi musik menjadi alternatif. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi musik terhadap kecemasan pada pasien dengan terapi ECT. Studi kuantitatif, dengan desain before after study without control group untuk mengukur hasil dari perubahan sebelum dan sesudah diberikan intervesi yang dilakukan dengan menggunakan instrument HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale). Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik memiliki pengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test, diperoleh nilai r= -4.871 dengan P Value = 0.000, yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara tingkat kecemasan sebelum dan setelah terapi musik. Terapi musik efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan terapi musik sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan pada pasien dengan terapi ECT.

Downloads

Published

2025-10-30