Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Teach Back terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pascastroke
Abstract
Stroke merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan timbulnya defisit neurologis secara tiba-tiba dan cepat, yang berlangsung sekurang kurangnya 24 jam atau mengakibatkan kematian, yang semata-mata disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah otak non-traumatik. Keterlibatan anggota keluarga sangat penting dalam proses pemberian perawatan, sehingga pengetahuan yang memadai merupakan komponen krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendidikan kesehatan dengan metode teach back terhadap peningkatan pengetahuan anggota keluarga mengenai perawatan pasca-stroke. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pretest-postest, yang melibatkan kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi dan kuesioner pengetahuan terkait perawatan pasca stroke. Partisipan terdiri dari anggota keluarga pasien stroke yang dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali, yang memenuhi kriteria inklusi: memiliki anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan stroke, dapat membaca dan menulis, mampu berbicara dan mendengarkan dengan baik, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria eksklusi meliputi anggota keluarga dengan gangguan kognitif berat atau gangguan komunikasi (sulit bicara dan mengalami gangguan pendengaran). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok, dan uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan pengetahuan antara kedua kelompok. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi pendidikan kesehatan pada kedua kelompok dengan nilai p = 0,001. Namun, uji Mann-Whitney tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, baik sebelum maupun sesudah intervensi dengan nilai p = 0,199 dan p = 0,452. Dengan demikian, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai perawatan pasca-stroke pada masing masing kelompok, sedangkan hasil perbandingan antar-kelompok tidak menunjukkan signifikansi secara statistik.
