Rancang Bangun Alat Pendeteksi Serangan Jantung Dini berbasis IoT untuk Aktivitas di Luar Ruangan
Abstract
Serangan jantung atau penyakit jantung koroner (PJK) menjadi penyebab utama kematian global, menyumbang 16,2% kematian dunia pada 2019, termasuk 245.343 kematian di Indonesia. Serangan jantung mendadak banyak terjadi saat aktivitas fisik luar ruangan seperti lari dan sepak bola. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan alat pendeteksi serangan jantung berbasis IoT menggunakan ESP32 dan sensor MAX30102. Alat ini memantau detak jantung dan mengirim data ke bot Telegram setiap menit. Jika terdeteksi detak jantung abnormal, sistem akan mengirim data BPM dan lokasi setiap 10 detik. DFPlayer Mini akan memutar suara untuk menarik perhatian sekitar, dan setelah 2 menit, sistem akan melakukan panggilan darurat otomatis melalui CallMeBot. Proses pengembangan dimulai dari studi literatur, perancangan perangkat, pemrograman, pengujian fungsional, hingga penyusunan laporan.Pengujian menunjukkan bahwa sensor MAX30102 memiliki tingkat akurasi baik, dengan 6 dari 8 percobaan menunjukkan error <5% dengan perbandingan pulse oximeter. GPS NEO-7M akurat di area terbuka dan semi-terbuka (selisih <5 m, HDOP <1,4), tetapi tidak berfungsi di dalam ruangan (HDOP >99). DFPlayer aktif hanya saat BPM tinggi (>150), sesuai fungsi sebagai peringatan. Notifikasi Telegram berjalan stabil dalam kondisi normal maupun abnormal. Fitur CallMeBot berhasil memicu panggilan setelah 2 menit saat kondisi gawat terdeteksi. Pengujian lapangan saat jogging menunjukkan sistem mampu mengirim notifikasi dan lokasi secara akurat, sedangkan pada aktivitas dalam ruangan seperti bulutangkis, sistem tetap mengirim data BPM meski GPS tidak tersedia. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem dapat digunakan sebagai alat monitoring dan peringatan dini serangan jantung saat beraktivitas, dengan potensi pengembangan lebih lanjut ke bentuk wearable yang lebih praktis.
