Hubungan Keaktifan Berorganisasi dan Motivasi Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Abstract
Mahasiswa adalah individu yang sedang menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi yang tidak hanya disibukkan kegiatan akademik namun juga kegiatan non akademik. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa seringkali mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas yang disebabkan oleh padatnya kegiatan organisasi dan motivasi belajar rendah. Situasi ini berpotensi memunculkan perilaku prokrastinasi akademik yang dapat menghambat studi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat keaktifan mahasiswa dalam organisasi dan motivasi belajar dengan kecenderungan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Populasi penelitian mencakup mahasiswa aktif UMS angkatan 2022-2024 yang mengikuti organisasi yang tercantum dalam SK pengangkatan pengurus ormawa UMS tahun 2025, dengan sampel sebanyak 150 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian ini, dengan keaktifan berorganisasi dan motivasi belajar sebagai variabel independen, serta prokrastinasi akademik sebagai variabel dependen. Data diperoleh melalui tiga skala kuesioner yang disebarkan via Google Form dan dianalisis menggunakan metode korelasi berganda. Berdasarkan hasil uji hipotesis mayor, ditemukan bahwa kedua variabel independen secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik (R = 0,783; p = 0,000). Hasil uji hipotesis minor menunjukkan bahwa keaktifan organisasi berkorelasi positif secara tidak signifikan dengan prokrastinasi akademik (R = 0,021; p = 0,000), sehingga hipotesis minor pertama ditolak. Sementara itu, motivasi belajar menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (R = -0,753; p = 0,000), sehingga hipotesis minor kedua diterima. Kesimpulannya, kedua variabel bebas secara simultan memengaruhi prokrastinasi akademik, dengan motivasi belajar berpengaruh lebih kuat.
