Hubungan Perilaku Food Waste dengan Status Gizi Balita di Desa Blimbing Kecamatan Gatak
Abstract
Food waste merupakan makanan yang dikonsumsi manusia, tetapi dibuang dan tidak dikonsumsi karena berbagai alasan. Faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi balita seperti kebiasaan food waste, jika semakin banyak sisa makanan yang dihasilkan balita, maka semakin banyak pula zat gizi yang terbuang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku food waste dengan status gizi balita di Desa Blimbing Kecamatan Gatak. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 63 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Sample Random Sampling. Data perilaku food waste dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner melalui wawancara dan pengukuran status gizi berdasarkan indikator BB/U menggunakan aplikasi WHO Antro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku food waste tidak baik sebesar 71,4% dan status gizi normal sebesar 63,49%, serta tidak ada hubungan antara perilaku food waste dengan status gizi pada balita (p=0,070; r=-0,230). Disimpulkan bahwa semakin rendah skor perilaku food waste cenderung status gizi normal pada balita. Diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai perilaku food waste dengan status gizi pada balita menggunakan kuesioner yang spesifik kepada makanan balita, sehingga penelitian lebih fokus mengetahui perilaku food waste dan status gizi pada balita.
