Peran Akal dalam Menafsirkan Wahyu untuk Memahami Tujuan Penciptaan
Abstract
Pemahaman tentang tujuan penciptaan manusia menjadi isu fundamental dalam studi teologi Islam. Artikel ini mengkaji peran akal dalam menafsirkan wahyu sebagai upaya memahami tujuan penciptaan, dengan meninjau sinergi dan batasan antara keduanya. Penelitian dilakukan melalui analisis literatur yang mengacu pada pemikiran tokoh-tokoh utama seperti Muhammad Iqbal dan M. Quraish Shihab. Temuan menunjukkan bahwa akal memiliki fungsi strategis dalam menganalisis wahyu, namun tetap tunduk pada otoritas wahyu sebagai sumber kebenaran absolut. Penelitian ini juga mengungkap bahwa batasan akal menjadi penting dalam menjaga interpretasi yang konsisten dengan nilai-nilai wahyu. Kesimpulannya, sinergi antara akal dan wahyu menawarkan pendekatan yang holistik dalam memahami tujuan penciptaan, memberikan kontribusi signifikan pada studi teologi Islam kontemporer.


