Minyak Nilam sebagai Bahan Pembuatan Parfum: Review

Authors

  • Ilham Budiawan Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Riswana Stiana Haryana Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Putri Rizki Nur Azizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Solofo Roger Rakotoarisoa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Laila Al Khusna Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nabilah Miftachul Jannah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Azzahra Ardya Kamaratih Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Agung Sugiharto Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Kun Harismah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Lamiacea, tergolong kedalam tanaman tropis penghasil minyak atsiri. Nilam tumbuh subur di beberapa daerah Indonesia. Indonesia menjadi salah satu pengekspor minyak atsiri terbesar di Asia tenggara. Minyak nilam memiliki aroma yang kuat, berat dan telah berabad-abad digunakan sebagai parfum dan bahan dupa. Parfum adalah campuran minyak esensial, pelarut, senyawa aromatik, dan fiksatif untuk memberikan wewangian. Klasifikasi parfum tergantung pada jumlah proporsi senyawa aromatiknya. Minyak nilam memiliki kandungan esensial minyak atsiri sehingga sering digunakan sebagai parfum. Komponen utama pada minyak nilam yaitu minyak atsiri sebesar 64,9% dari total kandungan didalamnya. Minyak nilam juga memiliki daya fiksatif yang kuat, sehingga memiliki aroma yang tahan lama bila digunakan dalam industri parfum. Selain banyaknya sisi positif dari pemanfaatan minyak atsiri nilam, penggunaan minyak atsiri nilam, juga perlu ditinjau dari metode perolehannya yang mana ekstraksi yang dilakukan perlu memperhatikan dampak lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-01-02