Peran Generasi dalam Fenomena FOMO: Dampaknya Terhadap Adiksi Media Sosial
Abstract
Pendahuluan: Media sosial berfungsi sebagai platform komunikasi dan pertukaran informasi, namun dapat pula memicu perilaku negatif seperti adiksi media sosial. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial tertinggi ketiga secara global dengan rata-rata penggunaannya lebih dari 2 jam 24 menit per hari. Penelitian bertujuan untuk melihat faktor generasi dan Fear of Missing Out (FoMo) terhadap adiksi media sosial di Indonesia.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada Juli hingga September 2024 dengan google form yang disebar melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter (x). Populasi penelitian adalah pelajar dan pekerja berusia lebih atau sama dengan 15 tahun. Sampel pada penelitian berjumlah 437. Variabel paparan adalah generasi dan FoMo. Variabel hasil adalah adiksi media sosial. Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan uji chi square.
Hasil: Berdasarkan hasil analisa data dengan uji chi-square hubungan generasi dengan adiksi media sosial diperoleh nilai p value=0,000. Serta Ada hubungan signifikan antara FoMo dengan adiksi media social didapati nilai p value= 0,000.
Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mengadopsi sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan seperti adiksi.
