Penyuluhan DBD sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan DBD di Desa Tegalsari
Abstract
Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang jumlah penderita dan penyebarannya sejalan dengan kepadatan penduduk terutama di Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 hingga tahun 2024 terkait dengan demam berdarah yaitu terdapat 100 kasus pada tahun 2017, 170 kasus tahun 2018, 433 kasus tahun 2019, 201 kasus 2021, 194 kasus 2022, 83 kasus 2023 dan pada tahun 2024 ini tercatat 45 kasus yang sudah masuk. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu di posyandu balita melalui penyuluhan.
Metode: 1) Survei Mawas Diri (SMD), 2) Musyawarah Masyarakat Desa, 3) Persiapan materi dan media, 4) Pre-test, 5) Penyuluhan, 6) Post-test.
Hasil: Nilai pre-test yang memiliki pengetahuan baik sebesar 58,1% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 41,9%. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh nilai post-test yang memiliki pengetahuan baik 88,4% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 11,6%.
Simpulan: Penyuluhan mengenai DBD memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, terbukti dari adanya peningkatan pengetahuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuannya dalam melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dalam kehidupan sehari-hari.
