Upaya Pencegahan Demam Berdarah melalui Penyuluhan Demam Berdarah dan Demonstrasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Kulit Jeruk
Abstract
Pendahuluan: Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendukung berkembangnya berbagai penyakit yang ditularkan oleh vektor, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Peningkatan kasus DBD di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk menekan penyebarannya. Salah satu solusi potensial adalah pemanfaatan bahan alami seperti kulit jeruk, yang mengandung senyawa bioaktif limonoid, saponin, dan tannin. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai insektisida alami yang mampu mengganggu perkembangan nyamuk dan efektif sebagai larvasida.
Metode: Pengabdian Masyarakat dilakukan melalui pendekatan edukasi dan demonstrasi pembuatan SEMAJER (Semprotan Anti Nyamuk Kulit Jeruk) kepada 50 peserta di Desa Tegalsari. Program ini melibatkan pre-test, penyuluhan, demonstrasi, dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD.
Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dari 42% memiliki pengetahuan baik sebelum penyuluhan menjadi 100% setelahnya.
Simpulan: Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD, tetapi juga memberikan keterampilan dalam memanfaatkan kulit jeruk sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi mendukung pengendalian DBD secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat melalui solusi yang inovatif dan aplikatif.
