Hubungan Akses Informasi dan Pengetahuan Pedagang tentang Bahan Tambahan Berbahaya pada Jajanan SD di Wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta

Authors

  • Dewi Salsabila Widyawati Nadhiva Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Windi Wulandari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan isu penting di Indonesia. Pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya diduga dipengaruhi oleh akses informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya pada jajanan di sekitar sekolah dasar Kecamatan Laweyan, Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pedagang jajanan di 12 SD wilayah Kecamatan Laweyan; sampel berjumlah 80 pedagang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan skala Guttman untuk akses informasi dan pengetahuan. Uji validitas menghasilkan 33 butir valid dari 65 butir; nilai Cronbach's Alpha = 0,817. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan sebagian besar pedagang memiliki akses informasi baik (52,5%), sementara pengetahuan terbagi merata antara kategori baik dan kurang baik (50%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang (p = 0,073). Data pendukung deskriptif diperoleh dari uji laboratorium menggunakan test-kit pada 140 sampel jajanan. Dari 140 sampel, ditemukan 3 sampel positif bahan tambahan berbahaya (2,1%) yaitu 1 sampel formalin (tahu bulat) dan 2 sampel Rhodamin-b; boraks dan Methanil Yellow tidak terdeteksi. Temuan ini menunjukkan bahwa akses informasi saja belum cukup meningkatkan pengetahuan pedagang; diperlukan pendekatan edukatif yang lebih terarah dan intensif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-06