Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kecamatan Banjarsari
Abstract
Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan masayarakat yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta yang memiliki kasus hipertensi tertinggi di Kota Surakarta. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan hipertensi adalah stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di tujuh kelurahan di Kecamatan Banjarsari dengan jumlah sampel sebanyak 300 responden berusia 15-64 tahun yang dipilih menggunakan metode two-stage cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner DASS-21 dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,3%), berusia 26-35 tahun (32,7%), dan berpendidikan SMA (41,7%). Sebagian besar responden berada pada kategori tidak stres (97,7%), sedangkan tekanan darah terbanyak berada pada kategori prehipertensi (46,7%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p-value = 1,00).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
