Peran Mediasi Sindrom Metabolik dalam Hubungan antara Generasi dan Sarkopenia: Studi Multisenter pada Populasi Perkotaan di Jakarta, Indonesia
Abstract
Pendahuluan: Peningkatan populasi usia lanjut disertai dengan meningkatnya beban gangguan muskuloskeletal, termasuk sarkopenia, yang kini dipahami sebagai kondisi multifaktorial dan tidak terbatas pada usia lanjut. Peran sindrom metabolik sebagai mediator dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia masih belum banyak dikaji, terutama pada populasi perkotaan.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang multisenter pada populasi perkotaan di Jakarta. Sampel ditentukan dengan metode total sampling (n=1551), dan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman serta Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil: Ditemukan bahwa generasi berasosiasi positif dengan sindrom metabolik (β=0,276), dan sindrom metabolik berasosiasi kuat dengan sarkopenia (β=0,590), sementara hubungan langsung generasi dengan sarkopenia menunjukkan arah negatif (β=-0,375), yang mengindikasikan adanya mediasi tidak konsisten. Model menjelaskan 36,6% variasi sarkopenia (R²=0,366).
Kesimpulan: Sindrom metabolik berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia, sehingga pengendalian faktor metabolik sejak usia dini menjadi strategi kunci dalam pencegahan sarkopenia.
