Hubungan Kebiasaan Diet Makanan Junk Food di Usia Dini terhadap Perkembangan Tingkat Kecerdasan Kognitif Anak Usia Sekolah Dasar: Systematic Literature Review
Abstract
Konsumsi makanan cepat saji atau makanan ultra-proses (junk food) pada usia dini meningkat secara global dan berdampak terhadap perkembangan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bukti empiris mengenai hubungan antara kebiasaan diet junk food pada masa prasekolah dan usia sekolah dasar dengan tingkat kecerdasan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada delapan database (PubMed, Scopus, ScienceDirect, MDPI, WHO, Springer, Nature, dan Frontiers) untuk periode tahun 2013-2025. Seleksi alur PRISMA telah diidentifikasi dari 8 data base diperoleh 32 artikel,sebanyak 3 artikel duplikat dihapus, tersisa 29 artikel,kemudian 29 artikel diskrining berdasarkan judul dan abstrak menggunakan kriteria inklusi (artikel penelitian asli, populasi anak prasekolah/SD, bahasa Indonesia/Inggris, outcome kognitif). Sebanyak 18 artikel dikeluarkan karena topik berbeda, outcome tidak sesuai (emosi, perilaku, status gizi), populasi salah (remaja/dewasa), studi pada hewan, atau bukan artikel penelitian tersisa 11 artikel yang menjadi Eligibility: dari 11 artikel dinilai kelayakan full-text-nya dengan kriteria inklusi yaitu sesuai tujuan penelitian, desain kuantitatif, mengukur kognitif atau akademik sebagai outcome dan memiliki data yang dapat diekstrak. Sebanyak 7 artikel dikeluarkan karena desain kualitatif, atau merupakan systematic review/narrative review bukan studi primer tersisa 4 artikel dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis lebih lanjut, terdiri dari 1 studi ex post facto, 1 studi longitudinal cohort, dan 2 studi cross-sectional. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang konsisten antara konsumsi makanan junk food dan hasil kognitif atau akademik anak. Mekanisme yang diusulkan meliputi kekurangan mikronutrien, peradangan sistemik, dan gangguan metabolik akibat pola makan tinggi gula dan lemak. Kesimpulan: Pengendalian konsumsi makanan ultra-proses sejak usia dini penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
