Pemberdayaan Masyarakat melalui Program SEDIA (Seledri untuk Darah Tinggi Lansia) sebagai Upaya Penurunan Kasus Hipertensi di Desa Alasombo
Abstract
Demam Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini menjadi tantangan utama di Desa Alasombo, Kecamatan Weru, yang menunjukkan tingginya kasus hipertensi serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan daun seledri (Apium graveolens L.) sebagai teh herbal alami. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan manfaat daun seledri yang dikombinasikan dengan demonstrasi pembuatan teh daun seledri. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia yang signifikan, dari 3,4% peserta dengan pengetahuan baik sebelum intervensi menjadi 72,4% setelah intervensi. Selain itu, lebih dari setengah peserta mampu mempraktikkan pembuatan teh seledri secara mandiri sesuai arahan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia terhadap upaya dalam pengendalian hipertensi dan menumbuhkan motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Pendekatan edukasi partisipatif dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesadaran, keterampilan, serta kemandirian lansia dalam pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan bahan alami lokal.
