Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
