Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang

Authors

  • Rahmadhani Aisyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Elvina Nadya Reswara Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Amanah Rizki Fadilah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nur Hani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Talitha Inas Zhafira Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Amanda Ayu Ciputri Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Deby Aghata Risky Pinastika Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Sarah Ayu Cahyaningtyas Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nasywa Azalia Nabila Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Khalisa Masra Desandrina Hafid Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Naufal Harris Akdhana Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Izzatul Arifah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-06